Empat hari yang lau (2-4 februari 2009) saya berkesempatan menjejakkan tapak kaki di tanah Laskar Pelangi, Pulau Belitung di Kecamatan Gantong Belitung Timur. Tanah yang dibawahnya mengandung jutaan ton mungkin bahkan miliaran timah. Tak heran dari cerita-cerita rakyat, suatu ketika dimasa lalu, PN Timah yang mengelola eksplorasi dan eksploitasi Timah di Pulau Belitung bak menjadi Raja di Pulau Timah ini.
Berkunjung ke Belitung, yang terbersit dibenak tentu saja seperti apakah gerangan masyarakat belitung yang terekspose jelas dalam tulisan Andrea Hirata. Tapi, sayang saya tidak merasa hidup dalam dunia andrea hirata, saya justru hidup dalam masyarakat yang sedang berbenah dan bahkan apatis dengan apa yang terjadi, dan mungkin lebih tepatnya terlena dan di nina bobokkan oleh pasir timah yang menghampar sejauh mata memandang.